Sunday, May 08, 2005

Hari Bumi : Tanggal 21 Maret atau 22 April ?

Hari Bumi (Earth Day) pertama kali diproklamasikan oleh John Mc. Connell (seorang proffesor sekaligus aktivis lingkungan) pada tanggal 1 Maret 1997, setelah proposalnya tentang aktivitas penyadaran nasib bumi disetujui oleh Pemerintah Daerah tempat tinggalnya (San Fransisco).
Proposal Mc Connell ternyata menarik perhatian PBB, hingga akhirnya diminta juga sebagai proposal penyelamatan bumi sedunia. U Thant (Sekjen PBB saat itu), sekaligus mengusulkan sebuah hari peringatan tahunan, yang menjadikan moment untuk semua umat manusia sedunia agar berpikir kembali tentang nasib bumi.
Niat U Thant disambut baik oleh Mc Connell, yang langsung menawarkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Bumi. Kok tanggal 21 Maret kenapa nggak tanggal 1 Maret, bertepatan dengan tanggal dimana dia memproklamirkan Hari Bumi versinya?
Argumentasi Mc Connell ternyata didasari pada kenyataan ilmiah bahwa untuk memikirkan nasib bumi, seharusnya ada pada hari pertama proses alam dalam bumi dimulai. Mc Connell mendasarkan analisisnya pada peristiwa-peristiwa alam dan sejarah yang disepakati oleh umat manusia sedunia.
Terbukti bahwa di tanggal 21 Maret, berlangsungnya siang dan malam mempunyai durasi yang sama, yakni 12 jam. Tanggal tersebut juga pertama dimulainya Musim Semi, musim yang dipercaya sebagai awal kaehidupan.
Ditambah lagi oleh banyak kepercayaan berbagai budaya. Misalnya, system penanggalan Inggris Kuno, kaum Yahudi dan beberapa budaya Asia, bulan Maret atau khususnya tanggal 21 Maret, dijadikan hari pertama tahunan. Singkatan bulan SEPtember, OCTober, NOVember dan DECember pun mempunyai arti ketujuh, kedelapan, kesembilan dan kesepulun (dalam bahasa Ingris Kuno). Hingga bila diurut, maka Maret adalah bulan pertama tiap tahun.
Ide tanggal 21 Maret yang dilatarbelakangi oleh niat pelurusan kembali fakta sejarah tentang alam ini belakangan malah kembali “dibelokkan”. Senasib dengan system penanggalan kuno (yang dari Maret jadi bergeser ke Januari). Hari Bumi pun belakangan malah sering dirayakan tanggal 22 April. Tidak terdeteksi kapan sebenarnya pembelokan ini terjadi, yang pasti orang-orang memang tahunya Hari Bumi itu dirayakan tanggal 22 April.
Kapan sebenarnya Hari Bumi itu sebenarnya tidaklan penting. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita untuk tetap menjaga dan menyelamatkan bumi kita ini dari kerusakan. Dan semua itu kita lakukan tidak hanya pada Hari Bumi saja, tetapi juga setiap hari.

2 Comments:

At 9:15 PM, Blogger Aris Ale Cuakep said...

Lah.... yo'opo mocone??? Ora kethok!!! Lagi njajal yo??? He... kekalahan Milan atas Juve mbok yo di posting pisan!!! Hehehe....

 
At 2:03 AM, Blogger randi said...

matur nuwun mbak/mas, apik tenan infone,nyuwun sewu, kulo kutip tulisan sampean kanggo mading, jgan khawatir tak tulis kok nama sampean. matur nuwun meneh.

 

Post a Comment

<< Home